Hari ini, Dr. La Ode Fendi Rencanakan Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Kearifan Lokal Wakatobi

WAKATOBI – Hari ini, Selasa (26/5/2026), Dr. La Ode Fendi, staf Pengawas pada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara, secara resmi merencanakan penyusunan Kurikulum dan Modul Ajar Muatan Lokal (Mulok) berbasis kearifan lokal Wakatobi. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari disetujuinya anggaran DIKBUD pada Anggaran Perubahan (APBD Perubahan) periode ini.

Dalam laporan awalnya, Dr. La Ode Fendi menyampaikan bahwa langkah ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing wisata mancanegara melalui sektor pendidikan. "Kearifan lokal Wakatobi tidak boleh hanya jadi cerita turun-temurun. Harus masuk kurikulum, diajarkan secara sistematis, dan menjadi kebanggaan anak-anak kita sendiri," ujarnya saat ditemui usai rapat koordinasi.

Salah satu rencana konkret yang telah disiapkan oleh Dr. La Ode Fendi adalah mengadakan workshop bagi 20 orang guru Muatan Lokal di Wakatobi. Para guru ini akan didampingi secara langsung untuk mengawal terwujudnya kurikulum dan modul ajar yang autentik, aplikatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal.

"Workshop ini sangat krusial. Guru adalah ujung tombak. Tanpa guru yang kompeten, kurikulum secanggih apa pun tidak akan berdaya. 20 orang ini akan kami bekali dengan metode pengajaran berbasis proyek lokal, seperti konservasi laut, tarian tradisional, dan kearifan bahari," jelas Dr. La Ode Fendi.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Provinsi Sulawesi Tenggara, melalui perannya sebagai staf pengawas, akan terus memantau dan mengevaluasi setiap tahapan. Target jangka panjangnya adalah menjadikan Wakatobi sebagai model bagi kabupaten/kota lain di Sulawesi Tenggara dalam mengintegrasikan kebudayaan lokal ke dalam sistem pendidikan formal.

"Ini bukan sekadar membuat modul. Ini tentang menyelamatkan identitas dan sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif melalui dunia pendidikan. Semoga semua pihak mendukung," tutup Dr. La Ode Fendi penuh harap.

Laporan ini akan diteruskan ke pimpinan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai bahan pengambilan kebijakan lebih lanjut. Rencana workshop 20 guru Mulok dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.