foto khutbah sahirsan

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الزَّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ، وَجَعَلَ الْمُحَرَّمَ شَهْرًا مُحَرَّمًا، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَأَشْكُرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

 Hadirin jama'ah Jum'at yang dirahmati Allah,

Pada hari yang penuh berkah ini, kita berjumpa pada hari Jum'at yang mulia, sekaligus hari jum’at pertama di bulan Muharram, tahun baru Islam 1448 Hijriah. Hari yang istimewa, Jum’at 4 Muharram di mana pertemuan antara hari Jum'at pertama di awal tahun baru Islam menjadi momentum yang sangat berharga bagi kita semua. Momentum ini adalah kesempatan emas yang Allah SWT berikan kepada kita untuk merenung, mengevaluasi diri, dan melakukan perjalanan spiritual yang lebih baik. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an:

 وَالْعَصْرِ . إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ . إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (QS. Al-Ashr: 1-3)

 Bulan Muharram adalah bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Salah satu dari empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Rasulullah SAW bersabda:

 أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram." (HR. Muslim)

 Saudara-saudaraku sekalian,

Di awal tahun baru ini, saya mengajak kita semua untuk merenungkan makna hijrah. Hijrah bukanlah sekadar perubahan tempat tinggal. Hijrah adalah perjalanan dari kegelapan menuju cahaya, dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari kelalaian menuju kesadaran, dan dari kesalahan menuju kebenaran.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumuddin menyatakan bahwa hakikat hijrah adalah berpindahnya hati dari kecintaan kepada dunia menuju kecintaan kepada Allah SWT. Ini adalah hijrah yang sesungguhnya.

 Hijrah dari Kelalaian Menuju Ketaatan

Marilah kita kosongkan hati dari segala penyakit hati: iri, dengki, sombong, dan riya'. Mari kita isi hati kita dengan taubat yang tulus dan niat yang ikhlas. Karena sesungguhnya, amal itu tergantung pada niatnya.

Allah SWT berfirman:

 إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (QS. Al-Baqarah: 222)

Bulan Muharram mengingatkan kita pada peristiwa besar hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Peristiwa yang menjadi titik balik peradaban Islam. Di sana, Nabi membangun masyarakat yang berlandaskan iman, persaudaraan, dan keadilan.

Di tahun baru ini, marilah kita meniru semangat hijrah Nabi. Bukan sekadar pindah tempat, tetapi hijrah dari sifat-sifat tercela menuju akhlak yang mulia. Hijrah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan yang diridhai Allah.

 Muhasabah Diri: Evaluasi di Awal Tahun

Memasuki tahun baru Islam ini, marilah kita melakukan evaluasi diri. Seorang mukmin sejati adalah mereka yang selalu melakukan muhasabah. Umar bin Khattab RA berkata:

 حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَزِنُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا

"Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang."

Mari kita tanyakan pada diri kita: Apakah kita sudah menjadi hamba yang lebih baik dibandingkan tahun lalu? Apakah ibadah kita meningkat? Apakah kita sudah menjauhi maksiat? Apakah kita sudah lebih peduli pada keluarga dan sesama?

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita di masa lalu dan memberikan petunjuk untuk masa depan yang lebih mulia. Semoga Allah memberkahi setiap langkah kita di tahun baru ini.

 Pelajaran dari Perjalanan Peradaban. Saudara-saudara seiman,

Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, kita melihat bagaimana dunia bergerak dengan kecepatan yang luar biasa. Peradaban manusia tengah mengalami transformasi besar. Namun sebagai umat Islam, kita tidak boleh terhanyut begitu saja. Kita harus tetap berpegang pada nilai-nilai Islam sambil tetap bijak menyikapi perubahan.

Tahun baru ini mengingatkan kita pada pentingnya belajar dan beradaptasi. Tapi ingatlah, tujuan akhir dari segala ilmu dan pengetahuan adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memberikan manfaat bagi sesama. Ilmu tanpa iman akan menjerumuskan, sebagaimana iman tanpa ilmu akan menyimpang.

Saya mengajak kita semua untuk merenungkan: "Kompetensi apa yang membuat kita tetap esensial di dunia yang terus berubah?" Jawabannya adalah kemampuan kita untuk terus belajar, beradaptasi, dan tetap istiqomah di jalan Allah SWT.

 Al-Qur'an: Bacaan, Pemahaman, dan Pengamalan.

Hadirin jama'ah Jum'at yang mulia,

Rajin membaca Al-Qur'an adalah amalan yang mulia. Namun, ada peringatan yang perlu kita renungkan bersama. Jangan sampai Al-Qur'an hanya berhenti di lisan, sementara hati dan perilaku kita tidak berubah. Jangan sampai kita menjadi seperti orang yang disebutkan dalam firman Allah:

 مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا

"Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal." (QS. Al-Jumu'ah: 5)

Seorang mukmin sejati tidak hanya membaca Al-Qur'an, tetapi juga berusaha memahami, mengamalkan, dan menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk dalam setiap langkah hidupnya.

Sahabat Abdullah bin Mas'ud RA berkata: "Al-Qur'an ini adalah jamuan Allah. Maka terimalah jamuan-Nya semampu kalian. Al-Qur'an ini adalah tali Allah yang kokoh dan cahaya-Nya yang terang. Barangsiapa mengikutinya, maka ia akan selamat, dan barangsiapa meninggalkannya, maka ia akan binasa."

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang membaca Al-Qur'an dengan ikhlas, memahami maknanya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 Hadirin yang dirahmati Allah,

Di penghujung khutbah pertama ini, marilah kita bersama-sama memperbaharui niat dan tekad kita di tahun baru ini:

Niat untuk lebih taat kepada Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan.

Niat untuk meninggalkan segala kemaksiatan dan kebiasaan buruk.

Niat untuk memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

Niat untuk terus belajar dan meningkatkan diri sebagai bekal hidup di dunia dan akhirat.

Niat untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup yang sesungguhnya.

Semoga Allah SWT menerima taubat kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan memberkahi setiap langkah kita di tahun baru ini.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَكُونُوا مِنَ الشَّاكِرِينَ.

 Hadirin jama'ah Jum'at yang dirahmati Allah,

Di bagian kedua khutbah ini, mari kita perkuat komitmen kita untuk menjalani tahun baru dengan semangat hijrah. Ada beberapa pesan yang ingin disampaikan:

Pertama: Perbaharui Niat dan Ikhlaskan Hati

Segala amal perbuatan kita harus dilandasi dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT. Tahun baru adalah saat yang tepat untuk membersihkan niat kita. Jangan biarkan riya' dan sum'ah (ingin dipuji orang) merusak amal kita.

Rasulullah SAW bersabda:

 إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

"Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan." (HR. Bukhari dan Muslim)

 Kedua: Perbaiki Hubungan dengan Allah dan Sesama

Hijrah yang hakiki adalah perbaikan hubungan vertikal dengan Allah SWT dan hubungan horizontal dengan sesama manusia. Mari kita perbaiki shalat kita, puasa kita, sedekah kita, dan seluruh ibadah kita.

Mari kita juga perbaiki hubungan dengan tetangga, keluarga, dan seluruh masyarakat. Rasulullah SAW bersabda:

 مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ

"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya." (HR. Bukhari dan Muslim)

 Ketiga: Jadikan Al-Qur'an sebagai Petunjuk Hidup

Di tahun baru ini, jadikan Al-Qur'an sebagai panduan hidup. Baca, pahami, dan amalkan. Rasulullah SAW adalah Al-Qur'an yang berjalan. Beliau adalah contoh terbaik dalam mengamalkan ajaran Al-Qur'an.

Aisyah RA ditanya tentang akhlak Rasulullah SAW, maka ia menjawab:

 كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

"Akhlak beliau adalah Al-Qur'an." (HR. Muslim)

 Keempat: Doa dan Harapan di Tahun Baru

Marilah kita akhiri khutbah ini dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT:

 اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي هَذَا الْيَوْمِ الْجَمِيعِ وَفِي شَهْرِنَا هَذَا وَفِي سَنَتِنَا هَذِهِ، اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ التَّائِبِينَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ، وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

"Ya Allah, berkahilah kami di hari yang mulia ini, di bulan ini, dan di tahun ini. Ya Allah, bantulah kami untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri. Ya Allah, ampunilah kami, orang tua kami, guru-guru kami, dan seluruh umat Islam. Dan masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

 وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ