Kendari, 25 Oktober 2025 – Suasana penuh semangat menyelimuti Hotel Zahra – Kendari saat Pembukaan Rapat Koordinasi (Rakoor) Daerah Dewan Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Tahun 2025 digelar hari ini. Acara yang dihadiri oleh Dewan Pendidikan Provinsi, Dewan Pendidikan Kota/Kabupaten, serta Kepala Dinas Pendidikan (Kadis Dikbud) se-Sultra ini menjadi panggung strategis untuk membahas peningkatan kualitas pendidikan di daerah Sulawesi Tenggara yang kaya akan potensi alam, tapi masih tertinggal dalam prestasi belajar.

Dengan total peserta mencapai sekitar lebih 50-an orang dari Kepala Dinas dan Sekdin Dikbud Kabupaten/Kota se-Sultra, termasuk 17 orang dari Dewan Pendidikan Sultra, beberapa orang dari Dinas Pendidikan Provinsi, serta perwakilan dari ketua dan sekertaris dewan pendidikan kabupaten/kota, Rakoor ini diharapkan menjadi momentum yang baik untuk menyatukan visi. Undangan resmi yang diterbitkan oleh Kadis Dikbud Sultra, Prof. Dr. Aris, S.Pd., M.Hum menekankan pentingnya kolaborasi untuk mengatasi tantangan pendidikan diera modern ini.

Dalam sambutannya yang menjadi sorotan utama, Kadis Dikbud Sultra, Prof. Dr. Aris, secara terbuka mengakui adanya "beban agak berat" dalam memimpin sektor pendidikan di Sultra. "Oleh karena itu, membangun mitra dengan Dewan Pendidikan sangat strategis. Saya harap dalam diskusi nanti, agar bisa memberikan rekomendasi yang tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sultra," ungkapnya dengan nada penuh harap, disambut tepuk tangan meriah dari para peserta.

Lebih lanjut, Prof. Aris menyampaikan pesan kuat dari Gubernur Sultra. "Pak Gubernur ingin sekali memperbaiki kualitas pendidikan di Sultra. Beliau menyatakan bahwa kualitas pendidikan yang buruk sama dengan mencoreng muka gubernur," tegasnya, menggambarkan betapa prioritasnya isu ini bagi pemimpin daerah. Pernyataan ini langsung memicu diskusi hangat di ruangan, di mana peserta sepakat bahwa reformasi pendidikan bukan lagi pilihan, tapi keharusan untuk masa depan generasi muda Sultra.

Acara dibuka secara resmi menjelang sore, dengan registrasi peserta sejak pukul 13.00 Wita. Agenda hari pertama mencakup sambutan dari Ketua Dewan Pendidikan Sultra, paparan materi, serta sesi diskusi. Draft rundown kegiatan yang dibagikan menunjukkan alur padat: mulai dari pendaftaran, laporan umum, hingga sesi materi diskusi. Hari kedua, 26 Oktober, akan fokus pada sesi lanjutan dengan coffee break dan penutupan pukul 12.00 Wita.

Peserta juga dimanjakan dengan fasilitas lengkap, termasuk akomodasi transportasi selama kegiatan, serta dukungan administratif dari panitia. "Ini bukan sekadar rapat, tapi komitmen bersama untuk Sultra yang lebih maju," kata salah seorang Kadis Dikbud Kabupaten yang enggan disebut namanya.

Acara Pembukaan Rakoor ini diakhiri dengan harapan tinggi bahwa rekomendasi yang lahir dari diskusi akan langsung diimplementasikan, mulai dari peningkatan infrastruktur sekolah hingga pelatihan guru. Dengan dukungan penuh Gubernur, pendidikan Sultra diharapkan bangkit dari "beban berat" menjadi kebanggaan daerah.