PENGARUH JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DIAMETER TEGAKAN JATI (Tectona grandis L.f.) DI KECAMATAN BATAUGA
Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan diameter tegakan jati (Tectona grandis L.f.) di Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan Sulawesi Tenggara. Penelitian dilakukan pada dua petak uji berukuran masing-masing 20 × 20 m dengan jarak tanam 3 × 3 m dan 2,5 × 2,5 m pada bulan April–Mei 2022 (tanaman berumur 9 tahun). Data yang dikumpulkan berupa keliling batang (cm) yang kemudian dikonversi menjadi diameter setinggi dada (DBH) menggunakan rumus DBH = keliling/3,14. Hasil pengukuran menunjukkan rata-rata keliling batang pada jarak tanam 3 × 3 m sebesar 52,22 cm (DBH 16,63 cm) dengan jumlah 48 pohon, sedangkan pada jarak tanam 2,5 × 2,5 m sebesar 55,73 cm (DBH 17,75 cm) dengan jumlah 50 pohon. Uji t tidak berpasangan menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua jarak tanam (t = −1,434; p = 0,155). Koefisien variasi kedua petak relatif sama (22,8% dan 22,2%), menandakan keragaman ukuran pohon yang serupa. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pada kondisi lokasi penelitian, perbedaan jarak tanam 3 × 3 m dan 2,5 × 2,5 m belum memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan diameter tegakan jati.
Kata kunci: jati, jarak tanam, diameter, tegakan, Batauga
1. Pendahuluan
Jati (Tectona grandis L.f.) merupakan salah satu jenis kayu berkualitas tinggi yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena nilai ekonomis dan ketahanannya. Keberhasilan pertumbuhan tegakan jati sangat dipengaruhi oleh faktor silvikultur, salah satunya adalah jarak tanam. Jarak tanam yang tepat memengaruhi persaingan antar pohon dalam memperoleh cahaya, air, dan unsur hara, yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan diameter dan volume tegakan.
Di Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan, pengembangan tanaman jati masih memerlukan data empiris mengenai respons pertumbuhan terhadap perbedaan jarak tanam. Informasi mengenai diameter batang sangat penting sebagai indikator produktivitas tegakan pada fase muda hingga pertengahan. Penelitian ini difokuskan pada perbandingan pertumbuhan diameter tegakan jati pada dua jarak tanam yang umum digunakan, yaitu 3 × 3 m dan 2,5 × 2,5 m, dalam petak uji berukuran 20 × 20 m.
Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan karakteristik keliling dan diameter batang tegakan jati serta menganalisis ada tidaknya perbedaan pertumbuhan diameter antara kedua jarak tanam tersebut.
2. Metode Penelitian
2.1 Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2022 di Kecamatan Batauga. Pengukuran dilakukan pada dua petak tanaman jati berukuran masing-masing 20 × 20 m (luas 400 m²) dengan jarak tanam berbeda.
2.2 Bahan dan Alat Bahan penelitian adalah tegakan jati pada kedua petak uji. Alat yang digunakan meliputi pita ukur (meteran), alat tulis, dan lembar kerja lapangan.
2.3 Prosedur Pengumpulan Data Seluruh pohon di dalam petak 20 × 20 m diukur keliling batangnya pada ketinggian setinggi dada (±1,3 m di atas permukaan tanah). Data keliling (cm) kemudian dikonversi menjadi diameter setinggi dada (DBH) dengan rumus:

Jumlah pohon yang terukur:
Jarak tanam 3 × 3 m : 48 pohon
Jarak tanam 2,5 × 2,5 m : 50 pohon
2.4 Analisis Data Data dianalisis secara deskriptif (rata-rata, standar deviasi, nilai minimum–maksimum, dan koefisien variasi). Perbedaan rata-rata keliling batang antar jarak tanam diuji dengan uji t tidak berpasangan (independent samples t-test) pada taraf nyata 5%.
3. Hasil dan Pembahasan
3.1 Karakteristik Keliling dan Diameter Batang Hasil pengukuran keliling batang dan perhitungan DBH disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Statistik keliling batang dan DBH tegakan jati pada dua jarak tanam
Parameter | Jarak tanam 3 × 3 m | Jarak tanam 2,5 × 2,5 m |
Jumlah pohon (n) | 48 | 50 |
Rata-rata keliling (cm) | 52,22 | 55,73 |
Standar deviasi (cm) | 11,89 | 12,35 |
Minimum–Maksimum (cm) | 35,4 – 83,9 | 33,0 – 86,0 |
Median (cm) | 49,90 | 54,05 |
Rata-rata DBH (cm) | 16,63 | 17,75 |
SD DBH (cm) | 3,79 | 3,93 |
Koefisien variasi (%) | 22,8 | 22,2 |
Rata-rata keliling dan DBH pada jarak tanam 2,5 × 2,5 m sedikit lebih tinggi dibandingkan jarak tanam 3 × 3 m. Namun, kisaran ukuran pohon pada kedua petak relatif mirip, menunjukkan bahwa distribusi ukuran diameter masih berada dalam rentang yang sama.
3.2 Perbandingan Statistik Hasil uji t tidak berpasangan terhadap data keliling batang menghasilkan nilai t = −1,434 dengan p-value = 0,155 (p > 0,05). Dengan demikian, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata keliling batang pada jarak tanam 3 × 3 m dan 2,5 × 2,5 m.
Koefisien variasi yang hampir sama (22,8% dan 22,2%) mengindikasikan tingkat keragaman ukuran pohon yang sebanding di kedua petak. Kerapatan pohon yang terukur (48 pohon pada 3 × 3 m dan 50 pohon pada 2,5 × 2,5 m) juga relatif dekat, meskipun secara teoritis jarak tanam 2,5 × 2,5 m memungkinkan jumlah pohon lebih banyak per satuan luas.
Temuan ini sejalan dengan beberapa penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa pada fase pertumbuhan tertentu, pengaruh jarak tanam terhadap diameter belum selalu tampak nyata, terutama jika faktor lingkungan (kesuburan tanah, ketersediaan air, dan intensitas cahaya) relatif homogen. Perbedaan jarak tanam yang tidak terlalu besar (0,5 m) kemungkinan juga belum cukup menimbulkan perbedaan kompetisi yang kuat pada tahap pengukuran ini.
4. Kesimpulan
Rata-rata keliling batang tegakan jati pada jarak tanam 3 × 3 m adalah 52,22 cm (DBH 16,63 cm), sedangkan pada jarak tanam 2,5 × 2,5 m adalah 55,73 cm (DBH 17,75 cm).
Tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p = 0,155) antara pertumbuhan diameter batang pada kedua jarak tanam.
Keragaman ukuran pohon di kedua petak relatif sama (CV ≈ 22%).
Hasil penelitian ini memberikan gambaran awal bahwa pada kondisi lokasi dan umur tegakan yang diamati, jarak tanam 3 × 3 m dan 2,5 × 2,5 m menghasilkan pertumbuhan diameter yang relatif sebanding. Penelitian lanjutan dengan pengukuran berulang (diameter increment) dan parameter tinggi serta volume disarankan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.
Daftar Pustaka (Contoh referensi yang relevan; dapat disesuaikan dengan sumber aktual)
Pandey, D., & Brown, C. (2000). Teak: a global overview. Unasylva, 51(201), 3–13.
Sumardi, & Wahyudi, I. (2018). Pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan jati. Jurnal Ilmu Kehutanan, 12(2), 145–156.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2020). Pedoman Budidaya Jati. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari.
Tewari, D. N. (1992). A Monograph on Teak (Tectona grandis Linn. f.). Dehra Dun: International Book Distributors.