KENDARI, 17 Juli 2025 – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, telah melantik Prof. Aris Badara sebagai Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara, tanggal 26 Mei 2025. Pelantikan itu menjadi langkah strategis untuk memperbaiki kualitas pendidikan di wilayah tersebut. Dalam arahannya, Gubernur menekankan tiga poin utama kepada Prof. Aris: menghapus praktik pungutan liar (pungli) dalam penetapan kepala sekolah, meningkatkan kualitas pendidikan di Sultra, dan mengarahkan sekolah-sekolah menuju standar unggulan.

Menurut laporan Telisik.id, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa pungli dalam dunia pendidikan, khususnya terkait penunjukan kepala sekolah, harus diberantas. “Pendidikan di Sultra harus menjadi lebih baik dan transparan. Sekolah-sekolah harus menjadi unggulan, memberikan pendidikan berkualitas untuk generasi masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, kabar dari Kota Baubau menyebutkan bahwa Prof. Aris Badara berencana menggelar rapat koordinasi (Rakor) di kota tersebut untuk membahas isu-isu pendidikan. Namun, menurut Hasan, S.Pd, M.Pd, Kepala SMAN 4 Baubau, Rakor tersebut ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. “Kami sudah menantikan kehadiran Kepala Dinas untuk membahas langkah-langkah strategis pendidikan di daerah kami, tetapi agenda ini masih ditunda,” ungkap Hasan pada Kamis (17/7/2025).

Sehari sebelumnya, pada 16 Juli 2025, Dewan Pendidikan Kota Baubau telah berkoordinasi dengan La Ode Efendi, staf Dinas Dikbud Provinsi Sultra, untuk mengklarifikasi rencana kedatangan Prof. Aris. Informasi yang diterima menyebutkan bahwa Kepala Dinas akan menginap di salah satu hotel di Kota Baubau, pusat Kesultanan Buton, pada 17 Juli. Sayangnya, rencana tersebut batal, sehingga koordinasi yang diharapkan belum dapat terlaksana.

Dewan Pendidikan Kota Baubau sempat merencanakan pertemuan dengan Prof. Aris untuk membahas sejumlah isu penting, termasuk usulan penyediaan ruang khusus bagi Dewan Pendidikan Provinsi di kantor Dinas Dikbud. “Kami ingin ada ruang khusus untuk memudahkan koordinasi antara Dewan Pendidikan Kota/Kabupaten dengan Dewan Pendidikan Provinsi. Ini akan mempercepat komunikasi dan penyelesaian masalah pendidikan di Sultra,” ujar salah satu perwakilan Dewan Pendidikan Baubau. Namun, pembatalan kunjungan Kepala Dinas membuat rencana ini tertunda.

Meski begitu, semangat untuk memajukan pendidikan di Sulawesi Tenggara tetap tinggi. Baubau, sebagai salah satu kota kebanggaan di provinsi ini, berharap Rakor segera terlaksana untuk mewujudkan visi pendidikan yang lebih transparan, berkualitas, dan unggul. Masyarakat Sultra kini menanti langkah konkret Prof. Aris Badara dalam menjalankan amanah Gubernur untuk membawa perubahan nyata di sektor pendidikan.