1. Sahirsan

Lahir di Usuku pada tahun 1965. Merupakan lulusan Program Doktor Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup dari Universitas Negeri Makassar. Dengan disertasinya yang berjudul "Perilaku Masyarakat dalam Pengelolaan Hutan Jati di Kabupaten Buton Selatan", ia berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat terpencil tentang pentingnya pelestarian lingkungan.

2. Alima’Ruf

Lahir di Buton tahun 1962. Menyelesaikan Program Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial di Universitas Kanjuruhan Malang. Keahliannya dalam ilmu sosial membantunya memahami dinamika masyarakat Pulau Tomia dan merancang program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

3. Fahid

Lahir di Usuku tahun 1965. Lulusan Magister Manajemen Kesehatan dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Malang. Ia aktif memberikan pelatihan manajemen kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah terpencil.

4. Ali Hadara

Lahir di Usuku Tomia pada tahun 1961. Menyelesaikan Program Magister Ilmu Sejarah di Universitas Indonesia. Penelitiannya tentang sejarah lokal membantu masyarakat Tomia memahami akar budaya mereka dan memanfaatkannya untuk pengembangan pariwisata.

5. Arif Sidik

Lahir di Baubau tahun 1987. Lulusan Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam dari Universitas Gajah Mada. Ia berperan penting dalam menyusun strategi penanggulangan bencana alam di wilayah pesisir.

6. Dino Suprianto Agus

Lahir di Mandati tahun 1986. Menyelesaikan Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Gajah Mada. Fokusnya pada komunikasi lingkungan membantu masyarakat dalam menangani masalah sampah dan menjaga kelestarian laut.

7. Nur Irmawati

Lahir di Baubau tahun 1982. Lulusan Magister Ilmu Administrasi Negara dari Universitas Dayanu Ikhsanuddin. Ia aktif memberdayakan masyarakat melalui pengembangan wisata berkelanjutan, khususnya di Desa Sombu.

8. Bahdad

Lahir di Baubau tahun 1965. Doktor di bidang Teknologi Perikanan Laut dari Institut Pertanian Bogor. Keahliannya digunakan untuk melatih nelayan dalam mengoptimalkan hasil tangkapan dengan teknologi sederhana.

9. Suriana Gende Ede

Lahir di Lercete tahun 1966. Lulusan Magister Biologi dari Universitas Gajah Mada. Ia membantu masyarakat memahami ekosistem pulau dan mengembangkan praktik pertanian yang ramah lingkungan.

10. La Djiumu

Lahir di Buton tahun 1959. Lulusan Magister Ilmu Administrasi dari Universitas WR Supratman. Penelitiannya tentang bantuan tunai dan kesejahteraan masyarakat menjadi dasar program pemberdayaan ekonomi di masyarakat.

11. Ansor Putra

Lahir di Kendari tahun 1966. Lulusan Magister Linguistik dari Universitas Gajah Mada. Ia berperan dalam melestarikan bahasa lokal Tomia melalui dokumentasi dan pengajaran.

12. Mustafa

Lahir di Baubau tahun 1963. Lulusan Magister Manajemen Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta. Ia berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah terpencil.

13. Nasrudin Lamablawa

Lahir di Dalang tahun 1978. Lulusan Magister Manajemen Pendidikan Islam dari Universitas Muslim Indonesia. Ia mengintegrasikan nilai-nilai lokal dan agama dalam program pendidikan masyarakat.

14. Devi Sutiawati

Lahir di Ujung Pandang tahun 1997. Lulusan Magister Politik dan Pemerintahan dari Universitas Gajah Mada. Ia membantu masyarakat memahami hak politik dan partisipasi dalam pembangunan daerah.

15. M. Syahadat

Lahir di Raha/Muna tahun 1966. Doktor di bidang Agribisnis dari Universitas Haluoleo. Ia melatih masyarakat dalam mengembangkan usaha pertanian dan perikanan berkelanjutan.

16. Samsuddin Rahim

Lahir di Usuku tahun 1964. Doktor di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia dari Universitas Haluoleo. Ia membantu meningkatkan kapasitas aparatur desa dan kelompok masyarakat.

17. Jamuddin

Lahir di Teemoane tahun 1979. Lulusan Magister Administrasi Pembangunan dari Universitas Haluoleo. Ia berperan dalam merancang program pembangunan yang inklusif untuk masyarakat.

Rencana Dosen-dosen sukarelawan ini tidak hanya membagikan ilmu, tetapi juga hidup berdampingan dengan masyarakat Pulau Tomia, membantu mereka mengatasi tantangan dan memanfaatkan potensi lokal untuk kemajuan bersama.