JURNAL ILMIAH No.: 2/LAKAMALI/VII-26
Abstrak
Proses seleksi calon kepala sekolah yang dilakukan secara terbuka dan langsung oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara di bawah kepemimpinan Andi Sumangerukka (ASR) mendapat apresiasi tinggi dari para calon. Penelitian ini menganalisis persepsi publik terhadap pendekatan inovatif tersebut sebagai pengalaman baru yang diharapkan dapat melahirkan pemimpin sekolah terbaik (Andi Sumangerukka, 2026). Dengan metode kualitatif deskriptif berbasis analisis konten, studi ini menemukan bahwa transparansi proses seleksi meningkatkan kepercayaan masyarakat dan mendukung prinsip meritokrasi dalam pendidikan. Rekomendasi mencakup adopsi model serupa secara nasional untuk memperkuat akuntabilitas tata kelola pendidikan daerah.
Kata kunci: Seleksi terbuka, kepala sekolah, tata kelola pendidikan, transparansi, meritokrasi, Sulawesi Tenggara.
1. Pendahuluan
Kualitas kepemimpinan sekolah merupakan faktor kunci keberhasilan sistem pendidikan (Hallinger & Heck, 1996). Di Indonesia, proses seleksi kepala sekolah sering menghadapi kritik terkait kurangnya transparansi dan potensi intervensi politik (Kemdikbud, 2022).
Di Sulawesi Tenggara (Sultra), langkah Andi Sumangerukka (ASR) menggelar seleksi secara langsung dan terbuka menjadi terobosan penting. Banyak calon kepala sekolah menyatakan bahwa ini merupakan “pengalaman baru” yang patut diapresiasi, dengan harapan proses terbuka dapat melahirkan pemimpin sekolah terbaik untuk daerah (Andi Sumangerukka, 2026). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses tersebut, menganalisis apresiasi stakeholder, serta memberikan rekomendasi kebijakan.
2. Tinjauan Pustaka
Menurut teori New Public Management (Hood, 1991), reformasi birokrasi menekankan transparansi, akuntabilitas, dan meritokrasi. Di sektor pendidikan, kepemimpinan sekolah yang efektif berpengaruh signifikan terhadap prestasi siswa (Leithwood et al., 2004). Proses seleksi terbuka seperti yang dilakukan di Sultra sejalan dengan prinsip good governance yang diamanatkan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.
3. Metode Penelitian
Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh dari pernyataan publik dan konten media sosial terkait seleksi calon kepala sekolah di Kendari, Sultra (Andi Sumangerukka, 2026). Analisis konten dilakukan terhadap tema utama: pengalaman baru, apresiasi terhadap ASR, dan harapan akan pemimpin terbaik. Data sekunder bersumber dari dokumen kebijakan pendidikan daerah dan literatur terkait.
4. Hasil dan Pembahasan
Hasil analisis menunjukkan apresiasi tinggi dari para calon terhadap langkah seleksi langsung yang digelar ASR. Proses yang terbuka dinilai sebagai inovasi yang meningkatkan keadilan dan kompetisi sehat (Andi Sumangerukka, 2026).
Pembahasan: Transparansi ini mendukung prinsip meritokrasi dan mengurangi praktik tidak sehat yang selama ini menjadi kendala (Kemdikbud, 2022). Model “Kerja Nyata” ASR berpotensi menjadi best practice bagi daerah lain dalam reformasi pendidikan di Indonesia.
5. Kesimpulan dan Rekomendasi
Proses seleksi terbuka calon kepala sekolah di Sulawesi Tenggara merupakan langkah progresif yang patut didukung. Model ini diharapkan dapat melahirkan pemimpin sekolah yang berkualitas dan berintegritas tinggi.
Rekomendasi:
o Mengintegrasikan platform digital untuk meningkatkan aksesibilitas dan dokumentasi proses.
o Melibatkan tim penilai independen.
o Melakukan evaluasi kinerja pasca-seleksi secara berkala.
Daftar Pustaka
Andi Sumangerukka. (2026). Seleksi terbuka calon kepala sekolah Sulawesi Tenggara [Video]. Facebook. https://www.facebook.com/share/v/1FJRtNXtRu/
Hallinger, P., & Heck, R. H. (1996). Reassessing the principal’s role in school effectiveness: A review of empirical research, 1980-1995. Educational Administration Quarterly, 32(1), 5–44. https://doi.org/10.1177/ 0013161X96032001002
Hood, C. (1991). A public management for all seasons? Public Administration, 69(1), 3–19. https://doi.org/10.1111/j.1467-9299.1991.tb00779.x
Kemdikbud. (2022). Panduan seleksi kepala sekolah. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Leithwood, K., Louis, K. S., Anderson, S., & Wahlstrom, K. (2004). How leadership influences student learning. The Wallace Foundation.