Baubau, 9 Agustus 2025 – Pasangan calon pengantin, Emi dan Hendro, memulai rangkaian pernikahan adat Tomia dengan prosesi Adab Tambukela yang penuh makna. Prosesi ini dilaksanakan seminggu sebelum akad nikah, sebagai simbol persiapan menuju kehidupan berumah tangga yang penuh berkah.
Makna dan Pelaksanaan Adab Tambukela
Adab Tambukela adalah ritual adat yang dilakukan setelah pelamaran dan sebelum akad nikah. Prosesi ini melibatkan pengantaran cincin kawin yang diwujudkan dalam bentuk buah-buahan dan perlengkapan lainnya ke rumah mempelai perempuan. Prosesi ini juga disertai dengan Tobha Nu Ema (Tobha ke-2) sebagai kelanjutan dari Tobha Nu Kela (Tobha ke-1), yang dibawa oleh dua pasang muda-mudi dengan syarat orang tua mereka masih lengkap.
Pelaksanaan Adab Tambukela dilakukan saat air laut mulai pasang, sebagai harapan agar rezeki calon pengantin melimpah seperti air laut yang naik. Selain itu, keluarga Hendro juga mengantarkan perlengkapan tempat tidur seperti ranjang dan kasur, sedangkan bantal dan tikar akan menyusul pada hari akad nikah.
Sesajian dan Hadiah Penuh Makna
Prosesi ini dihiasi dengan berbagai sesajian dan hadiah yang sarat makna:
1. Parabhose: Kelengkapan pakaian wanita yang dihadiahkan kepada calon pengantin perempuan sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian.
2. Al-Qur’an, Sajadah, dan Pakaian: Simbol pembekalan spiritual dan kebutuhan sehari-hari untuk kehidupan berumah tangga.
3. Buah-buahan dan Bahan Makanan: Seperti pisang, kelapa muda, tebu, beras, dan ikan, melambangkan sumber rezeki yang berkelimpahan.
4. Talang Hias: Buah-buahan dan sesajian disajikan dalam talang atau keranjang hias, jumlahnya disesuaikan dengan musim panen.
Doa dan Restu dari Tetua Adat
Seorang tetua adat hadir untuk mendoakan Parabhose dan talang buah-buahan agar calon pengantin mendapat ridho dari Allah SWT. Prosesi ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi antar keluarga, tetapi juga menjadi momen edukasi bagi generasi muda tentang kekayaan adat Tomia.
Antusiasme Warga
Warga Baubau turut memeriahkan prosesi ini dengan antusias. "Ini adalah warisan budaya yang harus kita lestarikan," ujar salah seorang tetua adat. Emi dan Hendro pun terlihat bahagia dan siap menapaki kehidupan baru mereka.
Prosesi Adab Tambukela menjadi bukti bahwa pernikahan adat Tomia tidak hanya tentang penyatuan dua insan, tetapi juga tentang pelestarian budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur.
Nantikan liputan lengkap prosesi akad nikah Emi dan Hendro pada 9 Agustus 2025!
---
Reporter: Sahirsan
Sumber: Adat Tomia, Baubau