Foto La Joo2

Usuku, Tomia – Suasana kekeluargaan begitu terasa di rumah Joharudin, atau yang akrab disapa La Joo, hari ini. Sang tuan rumah, yang dikenal aktif menuliskan prosesi adat di Kampung Usuku, mendapat kunjungan spesial dari kerabat dekat, H. Abd. Halik (La Azi), yang datang jauh-jauh dari Kendari. Misi La Azi: menghadiri pernikahan keluarga dekat sekaligus menyambangi kawan-kawan lama dalam grup WhatsApp alumni angkatan 1982 SMPN 1 Tomia di Kampung halaman Usuku.

Alumni yang sudah pernah menggelar reuni akbar di Tomia beberapa tahun lalu ini kembali mengadakan reuni kecil-kecilan. Dan di sinilah, di rumah La Joo, kebersamaan itu terasa begitu manis—lebih manis dari hidangan yang tersaji rapi di atas meja.

Pergi ke Tomia naik perahu,

Jangan lupa bawa kue basah.

Reuni kecil bikin kaldu,

Hati rukun ibadah pun mudah.

Seharian Beramal, Sore dan malamnya Bersantap

Sejak pagi, para alumni kompak membantu pembangunan Masjid Raya Usuku. Keringat bercucuran, canda tawa mengiringi setiap angkat batu dan adukan semen. Setelah itu, mereka melaksanakan salat Jumat berjamaah di Masjid H. Tarani—sosok mantan guru SMP yang kini pensiun dan membina masjid keluarga di dekat Bandara Udara Maranggo.

Sore harinya, rombongan berpindah ke rumah La Joo. Istri La Joo dengan penuh cinta menyiapkan hidangan segar: ikan bakar wangi menggoda, nasi pulen, sayuran hijau, dan aneka makanan laut yang masih berkilau kesegarannya. Susunan rapi di atas meja langsung disambut sorak gembira.

Ikan bakar di atas bara,

Sambal terasi pedasnya nagih.

Kalau reuni begini ceritanya,

Dosa-dosa lama pun terhapus tersipu-sipu.

Jamaah Salat, Lalu Santap Bersama

Sebelum menyantap hidangan, Ibu dan Bapak La Joo mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan salat magrib berjamaah. Hj. Wa Zia, Hj. Nanna, Asraru, dan H. Asria tampak sangat menikmati momen ini. "Ini adalah reuni kecil-kecilan yang paling berkesan," ujar H. Asria sambil tersenyum lebar.

Sementara itu, H. Alimasudin melontarkan usul agar ada Kultum (Kuliah 7 Menit) yang dibawakan Ustaz La Joo. Namun, Ustaz Joo hanya tersenyum tipis lalu menunjukkan buku-buku tulisan tangannya—kumpulan ceramah dalam bentuk buku buku yang pernah ia sampaikan di kampung, baik saat Ramadhan maupun hari-hari biasa di masjid-masjid Usuku.

Ke pasar beli pepaya,

Jangan lupa beli pete.

Mau Kultum? Simak saja ceramah La Joo punya,

Dijamin bikin hati adem, perut kenyang, dosa pun minggir ke tepi.

Selamat untuk Alumni SMPN 1 Tomia!

Kalian telah membuktikan bahwa reuni bukan hanya tentang bernostalgia, tetapi juga tentang berbagi kebaikan, membangun kampung, dan menjaga silaturahmi dengan bumbu tawa. Terima kasih kepada La Joo sekeluarga atas keramahan yang membuat perut kenyang dan hati damai.

Pohon kelapa di tepi pantai,

Buahnya jatuh ke atas pasir.

Jadi alumni SMPN 1 Tomia itu hebat dan pandai,

Kekompakan tetap terjaga sampai hari tua dan pensiun, insya Allah berpahala terus mengalir.

Tetaplah berbuat baik, walau hanya dengan sepiring ikan bakar dan segelas air putih untuk saudara atau saudari. Karena persaudaraan sejati tidak pernah mengenal kata reuni—ia hidup setiap hari di hati.