Acara Akad Nikah antara Ilmi Kalam, S.Si. dan Syaira Salsabilla, S.I. Kom.

Pringsewu, Lampung, 10 Mei 2026

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Ar-Rum: 21

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ۝٢١

Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.

Yang kami hormati,

Para Alim Ulama, Tokoh Agama, serta Penghulu yang akan memimpin jalannya akad nikah pada hari ini.

Yang kami hormati,

Bapak Muhammad Ma’ruf beserta Ibu dan segenap keluarga besar mempelai wanita yang berbahagia.

Yang kami hormati pula,

Segenap sanak saudara dan kerabat dari keluarga besar mempelai wanita yang telah menempuh perjalanan jauh demi hadir di majelis yang penuh berkah ini. Baik yang datang dari Bandar Lampung, Bandung, Palembang, Jakarta, Tangerang, maupun kerabat yang berada di Pringsewu Lampung. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian merupakan kehormatan dan kebahagiaan tersendiri bagi kami sekeluarga.

Yang kami hormati,

Para sesepuh, pinisepuh, tamu undangan, serta hadirin sekalian yang dimuliakan Allah SWT.

Alhamdulillah, Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat kesehatan, dan karunia-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam suasana kekeluargaan yang hangat di Kabupaten Pringsewu untuk menyaksikan dan menyukuri pernikahan dua insan pilihan-Nya.

Hadirin yang berbahagia,

Izinkanlah saya mewakili keluarga besar mempelai pria untuk terlebih dahulu memperkenalkan keluarga kami.

Di samping saya hadir istri saya tercinta, Ibu Siti Hajra, yang selama ini menjadi tiang penyangga keluarga kami. Turut hadir pula putra kedua kami Dirwan Kalam dan putra bungsu kami Ikramin Kalam yang ikut mengantarkan kakaknya pada hari bersejarah ini. Putra pertama dan putri yang kelima kami berhalangan hadir karena uzur, namun doa dan restu mereka menyertai kami semua.

Dan inilah putra ketiga kami, Ilmi Kalam, mempelai pria yang akan kami serahkan hari ini. Ia lahir dari tanah Sulawesi Tenggara, dari rumpun Suku Buton, tepatnya Wakatobi. Kami membesarkannya dengan nilai-nilai Islam yang kuat, kehormatan, serta semangat perantauan yang tangguh sebagaimana falsafah leluhurnya: "Yinda-yindamo arataa somanamo karo" — harta rela dikorbankan demi menjaga kehormatan dan harga diri.

Hari ini, dengan penuh kesadaran, kerendahan hati, dan kebahagiaan yang mendalam, kami datang dari perantauan ke tanah Sai Bumi Ruwa Jurai, Lampung yang mulia, khususnya Pringsewu yang beradat. Kami datang membawa seorang pemuda untuk diserahkan secara utuh kepada keluarga besar Syaira Salsabilla, putri kebanggaan Pringsewu yang lahir di Bandar Lampung dan dibesarkan di Keputran, Sukoharjo. Putri dari ayah berdarah Jawa dan ibu berdarah Sunda dari tanah Pasundan.

Kami menyadari, mempersunting putri berbudaya Jawa-Sunda bukanlah perkara ringan. Orang Jawa memegang teguh falsafah "Mikul Dhuwur Mendhem Jero" — menjunjung tinggi martabat orang tua dan menutup aib keluarga. Oleh karena itu, dengan tulus ikhlas kami serahkan putra kami.

Kepada Bapak Muhammad Ma’ruf beserta keluarga besar,

Di hadapan para saksi, para tokoh agama, dan hadirin sekalian, kami serahkan putra kami Ilmi Kalam secara lahir dan batin. Kami lepas ikatan kami sebagai orang tua kandung, dan kami rekatkan ia ke dalam ikatan keluarga baru di sini. Mohon kiranya Bapak dan Ibu menerimanya dengan hati yang lapang dan tangan terbuka, sebagaimana kearifan masyarakat Pringsewu dan Lampung dalam menyambut para perantau.

Hari ini, pernikahan ini bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga menyatukan budaya Buton, Jawa, dan Sunda di bawah naungan bumi Lampung yang penuh berkah.

Sebagai manusia biasa, putra kami tentu memiliki kekurangan. Maka izinkan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Mohon dididik, diarahkan, dan dibimbing dengan penuh kasih sayang. Satukanlah perbedaan menjadi suatu harmoni yang indah.

Akhirul kalam,

Kami haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas sambutan hangat dan keramahan keluarga besar Pringsewu serta seluruh kerabat yang telah hadir dari berbagai penjuru.

Melinting sigar di Pringsewu, Makan seruit pakai ikan lais, Kami datang dari Buton yang jauh, Menyambung silaturahmi yang manis.

Semoga Allah SWT menjadikan pernikahan ini pernikahan yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, penuh keberkahan dunia dan akhirat.

Baarakallahu lakuma wa baaraka ‘alaikuma wa jama’a bainakuma fii khair.

Billahi taufiq wal hidayah,

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.