
KENDARI, TOMIA, hingga JAKARTA – Geliat persiapan reuni besar alumni SMPN 1 Tomia angkatan 1982 kian terasa. Semangat kebersamaan yang mulai "kendor" akibat jarak dan waktu, kini kembali menyala terang. Jika sebelumnya penggalangan dana bergerak di wilayah Kendari, kini kabar baik datang dari berbagai penjuru, termasuk dari ujung timur Indonesia dan pusat ibu kota!
Rencana mulia ini berawal dari semangat kekeluargaan yang dijaga melalui arisan rutin bulanan. Seperti yang disampaikan oleh penggiat utama, acara pada hari Minggu, 21 Juni 2026 di Kota Kendari menjadi momentum penting . Agenda rutin ini bukan hanya sekadar bertemu, melainkan "wujud persahabatan sekaligus mempererat kekeluargaan yang kadang longgar," ujar La Azi yang bersama Wa Ampo menjadi motor penggerak. Dari sinilah ide reuni Oktober mulai dirangkaikan dan disosialisasikan.
Antusiasme luar biasa terlihat dari respons para alumni. Darhasan, dengan spontanitasnya, telah berhasil mengumpulkan sejumlah dana di wilayah Kendari sebagai modal awal persiapan reuni. Tidak hanya di dalam kota, sambutan juga datang dari alumni yang berdomisili di luar Kendari. Sejumlah transfer dana telah mengalir ke rekening panitia yang telah disiapkan, menunjukkan komitmen kuat untuk hadir di acara puncak nanti
Asria di Tomia melaporkan dengan gembira bahwa ia telah menerima sejumlah sumbangan dari para kerabat dan sahabat di kampung halaman. "Ini baru langkah awal, nanti saatnya kita gabungkan semua bersama-sama. Biar hasilnya maksimal untuk reuni dan sumbangan masjid," ujarnya penuh antusias.
Sementara itu, Rusdin Haludin, yang dipercaya sebagai ketua dalam gerakan alumni ini, sudah menunjukkan komitmen nyata. Dari Jakarta, beliau telah mentransfer sejumlah dana untuk mendukung kelancaran acara reuni Oktober mendatang. Tekadnya bulat: acara ini harus meriah dan berkesan.
"Pokoknya kita akan meriahkan nanti reuni ini! Ini momen emas kita setelah puluhan tahun. Jangan sampai ada yang ketinggalan," tegas Rusdin dengan semangat membara.
Menariknya, hari ini (23 Juni 2026) menjadi hari spesial bagi Rusdin Haludin. Tepat dua hari lalu, 22 Juni, beliau genap berusia 61 tahun. Perayaan ulang tahunnya berlangsung elegan di restoran mewah Al Jazerra Signature di Ibu Kota Negara. Meski baru saja merayakan hari bahagia, semangatnya untuk alumni tidak surut. Hari ini, ia masih sibuk menjawab ucapan selamat ulang tahun dari berbagai kerabat yang terus mengalir, namun di sela-sela itu, ia tetap mengawal jalannya persiapan reuni.
Jalan-jalan ke kota Medan,
Singgah sebentar membeli roti.
Meski usia sekarang sudah pensiunan,
Semangat 82 tetap di hati!
Semua elemen mulai bersatu. Dari Tomia, Kendari, hingga Jakarta, arus dana dan dukungan mengalir deras. Para alumni di luar kota pun sudah mulai melakukan transfer ke rekening panitia, menunjukkan bahwa jarak bukanlah halangan untuk bernostalgia dan beramal.
Rencana reuni ini tidak hanya akan diisi dengan temu kangen, tetapi juga peninjauan pembangunan Masjid Besar di Usuku serta penyerahan sumbangan dari angkatan 1982. La Boy, dosen IAIN Kendari yang juga alumni, menegaskan bahwa ini adalah wujud syukur dan kepedulian terhadap kampung halaman di usia senja.
Buah durian jatuh ke rawa,
Dimakan ular sambil melingkar.
Mari kita siapkan kopi dan gawai,
Agar reuni Oktober makin gemilang dan penuh suka cita!
Ayo, seluruh alumni SMPN 1 Tomia angkatan 1982! Saatnya kita kumpul, bernostalgia, berbagi, dan membangun kampung halaman. Tunggu apa lagi? Siapkan jadwal dan dompet Anda. Oktober menanti kita semua!