Ibu2

Amadanon, Dampit, Malang — Meski hari kelima pasca-kepergian seseorang sering kali menjadi momentum yang lebih tenang, keluarga duka almarhum H. Subair justru mendapat kejutan yang mengharukan pada Sabtu, 11 Juli 2026. Tradisi bacaan Yasin dan Tahlilan tetap berjalan khidmat, kali ini dengan pemandangan baru yang memperlihatkan semangat kebersamaan masyarakat setempat.

Berbeda dari hari-hari sebelumnya, sore hari usai shalat Ashar menjadi semakin ramai. Lebih dari 50 ibu-ibu yang tergabung dalam Majelis Taklim Amadanon turut serta hadir di kediaman keluarga duka. Dengan penuh khusyuk, mereka membacakan Surat Yasin dan tahlil secara bersama-sama. Kegiatan dimulai setelah shalat Ashar dan berakhir tepat sebelum masuk waktu Magrib, menciptakan suasana yang penuh kehangatan dan doa.

hari5

“Biasanya yang melaksanakan adalah bapak-bapak setelah Magrib, tapi hari ini ibu-ibu juga ikut berpartisipasi. Ini sungguh luar biasa,” ungkap salah seorang anggota keluarga duka.

Seperti tradisi yang telah mengakar di Dusun Amadanon, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, para bapak tetap melaksanakan Yasinan dan Tahlilan setelah shalat Magrib hingga menjelang Isya. Dengan demikian, satu hari penuh dipenuhi lantunan doa dari pagi hingga malam untuk almarhum H. Subair.

Tradisi Yasinan dan Tahlilan di Amadanon memang dikenal sangat kuat. Masyarakat di sini terbiasa saling bahu-membahu mendukung keluarga yang sedang berduka. Keikutsertaan ibu-ibu pada hari kelima ini menjadi bukti nyata bahwa nilai gotong royong dan kepedulian antarwarga masih hidup dan terus dijaga.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana mendoakan almarhum, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga, baik antar sesama ibu maupun antara kelompok ibu dan bapak. Semoga doa-doa yang dipanjatkan bersama ini diterima di sisi Allah SWT dan menjadi amal jariyah bagi almarhum H. Subair serta mendatangkan ketenangan bagi seluruh keluarga yang ditinggalkan.

hari5b

Amadanon tetap menjaga tradisi, dan tradisi ini yang terus menjaga kebersamaan.