WAKATOBI, 24 Oktober 2025 – Kabupaten Wakatobi bersiap memperkuat sektor pariwisata melalui penyusunan Kurikulum Muatan Lokal berbasis kearifan lokal yang akan dimulai pada tahun 2026. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Wakatobi ke dalam pendidikan, guna mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
Menurut Dr. La Ode Fendi, S.Pd., M.Pd, Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, kegiatan ini akan diawali dengan analisis konteks kearifan lokal daerah, identifikasi nilai-nilai budaya, serta penyusunan Capaian Pembelajaran dan Kompetensi Dasar. “Tujuannya adalah menghasilkan buku panduan guru yang dapat menjadi acuan bagi pendidik dalam mengajarkan nilai-nilai lokal kepada siswa,” ujar Dr. La Ode Fendi.
Kolaborasi erat antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) serta Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi menjadi kunci percepatan pelaksanaan program ini. Dengan menggabungkan keahlian pendidikan dan potensi pariwisata, kurikulum ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya memahami budaya lokal, tetapi juga mampu mempromosikan keindahan Wakatobi sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Program ini menjadi langkah strategis untuk melestarikan kearifan lokal sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Wakatobi, yang dikenal dengan keindahan bawah laut dan budaya baharinya yang kaya. “Kami optimistis, kurikulum ini akan menjadi fondasi kuat untuk memajukan pariwisata berbasis budaya,” tambah Dr. La Ode Fendi.
Dengan dimulainya program ini di 2026, Wakatobi diharapkan semakin mantap melangkah sebagai destinasi wisata yang tidak hanya memukau dengan keindahan alam, tetapi juga kaya akan nilai budaya dan pendidikan.