Yogyakarta, 7 Oktober 2025 – Wali Kota Yogyakarta Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), membuka secara resmi Rapat Koordinasi Nasional IV (Rakornas IV) Forum Dewan Pendidikan Indonesia yang berlangsung dari 7 hingga 9 Oktober 2025 di Yogyakarta. Acara ini menjadi wadah penting bagi para pelaku pendidikan nasional untuk membahas strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul di tengah tantangan global.
Dalam sambutannya, Wali Kota Hasto Wardoyo menyoroti kondisi Human Capital Index (HCI) Indonesia yang masih tertinggal jauh dibandingkan negara-negara maju. HCI, yang diukur oleh Bank Dunia, menunjukkan skor Indonesia sekitar 0,54 dari skala 0-1, menempatkan kita di peringkat 87 dari 157 negara, sementara negara-negara Asia seperti Singapura dan Malaysia jauh lebih tinggi. Menurutnya, indeks ini menjadi kunci utama untuk meningkatkan produktivitas SDM, sehingga rakyat Indonesia bisa mencapai kesejahteraan lebih dini sebelum memasuki usia tua.
"Tantangan terbesar kita adalah memperbaiki kualitas sumber daya manusia terlebih dahulu," tegas Wali Kota Hasto. Ia menekankan pentingnya pengembangan soft skill seperti kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan kerja sama tim. Jika hanya mengandalkan hard skill atau keterampilan teknis semata, bonus demografi Indonesia – di mana sebanyak 69% penduduk berada di usia produktif – berisiko sia-sia. Akibatnya, generasi muda hanya akan menjadi tenaga kerja kasar di luar negeri, seperti buruh bangunan atau pekerja rumah tangga, tanpa kontribusi maksimal bagi kemajuan bangsa.
Bonus demografi ini diprediksi mencapai puncaknya sekitar 2030, membuka peluang emas untuk pertumbuhan ekonomi jika SDM ditingkatkan melalui pendidikan yang holistik. Rakornas IV ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk pemerintah dan lembaga pendidikan guna mewujudkan SDM berkualitas yang mampu bersaing di era digital dan global. Wali Kota Hasto menutup sambutannya dengan ajakan kolaborasi nasional: "Mari kita ubah potensi demografi menjadi kekuatan nyata untuk Pembangunan Indonesia yang lebih maju."