
Pagi buta masih gelap gulita, tapi posko reuni alumni SMPN 1 Tomia angkatan 1982 sudah riuh seperti pasar malam. WhatsApp grup alumni mendadak meledak tawa gara-gara satu tautan postingan: Ranggina istimewa yang dibawa langsung dari Buton Utara!
Konon, Asmoni (yang katanya masih jago makan) malah “kalah telak” melawan kelezatan ranggina gurih itu. Gigi yang sudah “berkurang personel”-nya membuatnya kesulitan mengunyah. Akhirnya? Ranggina yang renyah harus “direndam” dulu di dalam gelas sarabba hangat sajian tuan rumah, Ibu Mantri Olu, di rumahnya di Bahari. Sambil menunggu ranggina “melunak”, diskusi perencanaan perjalanan hari ke-4 reuni pun berlanjut dengan suasana yang makin cair (dan makin berisik!).
Suasana jadi tambah kocak ketika seseorang di grup menulis: “Asmoni makan ranggina pakai sistem rendam… seperti cuci piring!”
Sebagai “berita pagi”, Ranggina dari Buton Utara, Gurihnya bikin lidah bergoyang. Gigi Asmoni sudah kurang personel, Akhirnya direndam di sarabba Ibu Mantri Olu yang hangat menyayang!
Pagi buta posko sudah riuh, WA grup penuh tawa dan canda. Reuni hari ke-4 masih dirancang, Yang penting perut kenyang, hati senang, gigi jangan dipaksa!
Selamat pagi, para legenda angkatan 1982! Semoga ranggina-nya tetap enak meski harus “berenang” dulu, dan rencana perjalanan hari ke-4 berjalan lancar. Jangan lupa, yang penting kumpul, tawa, dan kenangan… gigi boleh “cuti”, tapi tawa jangan! 😄