1000512588

Judul ini menggugah karena menyiratkan kehangatan, kebersamaan, dan keindahan silaturahmi yang terjalin di tengah tawa, canda, serta sajian sederhana.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Pagi yang penuh berkah untuk seluruh keluarga besar Sabangka. Semoga selalu sehat, dilindungi, dan dipenuhi rezeki yang barokah, bunyi postingan Dian dipagi buta hari ini.

Hari Jumat, 25 September 2026, menjadi hari yang istimewa. Undangan arisan bulanan yang sempat dibagikan Dian di grup WA Sabangka Wolio mendapat sambutan hangat. Emoji-emoji kesiapan berhamburan, tanda semua sedang menantikan momen silaturahmi yang sudah lama dinanti.

Menjelang pukul dua siang, Hj. Marhumah sudah merapat lebih awal ke Rumah Lucy di Kilo 2, dekat Expedisi Camar bagian atas. Dengan tenang ia membantu menyiapkan segala keperluan, memastikan rumah siap menyambut kedatangan saudara-saudara.

Pukul tiga sore, kendaraan mulai berdatangan. Mobil-mobil berisi rombongan parkir rapi, diikuti deru sepeda motor yang mencari tempat. Tawa dan sapa hangat langsung memenuhi halaman. Rumah Lucy yang biasanya sepi, tiba-tiba hidup oleh suara-suara familiar.

Menjelang pukul empat, acara puncak dimulai. Aroma masakan tuan rumah sudah mengundang. Es buah segar disuguhkan langsung saat tamu masuk, disambut dengan senyum. Semua duduk bersama, menikmati sajian yang telah disiapkan dengan penuh perhatian. Tak ada yang terburu-buru. Makan bersama terasa lebih dari sekadar mengisi perut; itu adalah cara sederhana menyatukan hati.

1000512458

Setelah kenyang, percakapan mengalir bebas. Ibu-ibu mulai bercerita tanpa topik khusus. Ada yang menceritakan kejadian lucu di rumah, ada yang berbagi kabar keluarga, ada pula yang sekadar berseloroh. Suasana menjadi seperti pasar sore yang ramai: tawa meledak tiba-tiba, canda muncul tanpa diketahui asal-usulnya, dan semua wajah berseri. Kehangatan itu membuat waktu seolah berhenti. Hampir saja sesi foto bersama terlupakan.

Hingga seorang bapak haji mengingatkan dengan lembut, “Kalau foto sudah malam, hasilnya kurang bagus.” Semua langsung tertawa. “Iya, ayo kita foto dulu yang sudah siap,” kata seseorang. Foto diambil secara bergiliran, santai, tanpa tekanan. Nanti, jika sudah lengkap, anaknya Ifa bernama Dinda yang akan memastikan semuanya tertangkap sempurna dalam satu frame.

Hari itu, di Rumah Lucy, tidak ada yang terburu-buru pulang. Yang ada hanyalah rasa lega karena bisa berkumpul lagi, saling mendengar, dan saling menguatkan. Arisan bukan hanya soal uang yang berputar, tetapi tentang tali silaturahmi yang terus dijaga.

Untuk saudara-saudara Sabangka yang belum sempat hadir hari ini, pintu silaturahmi selalu terbuka. Kehadiran kalian tetap dinanti di pertemuan berikutnya. Karena pada akhirnya, yang paling berharga adalah kebersamaan itu sendiri.

Semoga pertemuan-pertemuan seperti ini terus berlanjut, membawa berkah dan kebahagiaan untuk seluruh keluarga besar Sabangka.